Tren Tarawihan Di Bulan Suci Ramadhan

Sudah menjadi “tren” jika shalat tarawih lebih digemari dibanding shalat 5 waktu jama’ah di masjid-masjid saat bulan Ramadhan. Mungkin karena setahun sekali pelaksanaan shalat tarawih di masjid, sehingga masyarakat berbondong-bondong tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk shalat sunnah ini, padahal selain bulan Ramadhan shalat tarawih atau sama saja dengan shalat malam ini sah-sah saja.

Seluruh lapisan masyarakat kadang lebih mantab jika shalat tarawi dilakukan di masjid-masjid agung, selain tempat yang lebih megah dibanding masjid-masjid di kampungnya mungkin karena sugesti akan mendapat amal lebih banyak kali ya, ada juga karena ingin mendengarkan ceramah agama yang biasanya diisi ustad-ustad terkenal. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain termasuk kota pelajar Yogyakarta banyak umat muslim khususnya pamuda-pemudi berduyun-duyun mengisi waktu luang jalan-jalan bareng temen, kerabat ataupun sang pacar sambil menikmati acara pencerahan rohani itu. Yang disayangkan mereka lebih mementingkan ceramah tokoh-tokoh masyarakat dan shalat tarawihnya dibanding shalat Isyak yang jelas-jelas lebih fardhu alias wajib ‘ain dibanding semuanya. Karena meskipun banyak yang mengikuti shalat Isyak, tapi tidak kalah banyak juga para jamaah datang setelah shalat Isyak usai. Kadang mereka terburu-buru bukan karena sudah masuk shalat Isyak melainkan takut terlambat dengerin ceramah ustad-ustad terkemuka idola mereka.

Meskipun afdol juga jika shalat Isyak dilaksanakan di rumah, tapi tetap aja ada yang aneh jika melakukannya seperti itu, apalagi bagi umat muslim yang paham betul arti shalat tarawih. Arti dari shalat tarawih atau bisa disamakan shalat malam itu dilakukan setelah melaksanakan seluruh rangkaian shalat fardhu dan shalat sunah lainya, apalagi diakhiri dengan shalat witir yang maksudnya shalat paling akhir. Sehingga tidak wajar kalau setelah shalat witir masih melakukan shalat lagi apalagi shalat Isyak yang hukumnya fardhu.

Mungkin karena tren tadi umat muslim lebih mementingkan “acara” shalat tarawih dibanding shalat Isyak. Semoga saja kebiasaan ini hanyalah bersifat sementara, sehingga untuk ke depanya umat muslim lebih mementingkan shalat fardhu berjamaah di masjid dan akan melaksanakan shalat tarawih atau shalat malam ini tidak hanya saat bulan suci Ramadhan.

Amiin…

poso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: