Idul Adha vs Natal dan Tahun Baru Hijriah vs Tahun Baru 2009

Bulan Desember 2008 ini merupakan bulan yang istimewa bagi siapa saja, bagi umat muslim ada 2 hari raya menanti yaitu Idul Adha dan tahun baru Islam tapi juga pasti menanti-nanti tahun baru 2009 (masehi). Sedangkan untuk kaum nasrani, mereka secara reguler merayakan natal dan tahun baru. Terakhir bagi anak-anak pelajar siswa maupun mahasiswa akan menikmati tanggal merah lumayan banyak dalam 1 bulan, termasuk pegawai-pegawai negeri yang akan menambah jadwal liburan dengan alasan merayakan semua hari raya.

Jika Idul Adha dan natal pasti akan sama-sama ramai dan meriah karena dirayakan oleh umatnya masing-masing, bagaimana dengan tahun baru hijriah, apakah akan seramai dengan tahun baru masehi? Kalau dilihat umat muslim sangat mendominasi bangsa Indonesia, tapi masih banyak yang tidak hafal bahkan tidak mengetahui kalau bulan ini akan ada tahun baru hijriyah, kita tahunya setelah melihat kalender dan sadar “oh ada tanggal merah” lalu dilihat keteranganya baru tahu kalau ada tahun baru Islam.

Mustinya kita sebagai umat muslim malu dengan etnis china yang selalu bersemangat jika menyambut tahun baru china, mereka sangat antusias layaknya merayakan tahun baru masehi. Sedangkan saat tahun baru hijriyah hanya segelintir umat yang larut merayakanya, karena masih banyak yang menganggap tahun baru hijriyah hanyalah hari libur biasa dan kalau merayakanya akan dianggap sok suci, kuno, kurang gaul dan sebagainya. Apalagi banyak yang menganggap tahun baru masehi lebih glamour dan lebih keren dibanding tahun baru hijriyah, padahal keduanya hanyalah sama-sama tanggal 1 bulan awal tahun, tidak lebih.

Tahun 2008 tepatnya bulan desember saat ini, tahun baru hijriyah (1 Muharrom) dengan tahun baru masehi (1 januari) sangat berdekatan, hal ini akan menambah sedikitnya ketidakpedulian umat Islam dalam merayakan tahun baru Islamnya. Tapi sebagai manusia bijaksana, kita ambil sisi baiknya saja, dengan kedua momen yang berdekatan ini membuktikan negara Indonesia yang beranekaragam suku, budaya, dan agama ini tetaplah satu kesatuan bangsa yang berbineka tunggal eka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: