Blusukan ke Candi Abang Bukit Teletubbies

candi abangDua minggu yang lalu aku bareng my bojo pengin jalan-jalan ringan deket-deket rumah n tujuanya adalah blusukan ke candi abang, karena penasaran di internet sudah banyak banget yg ngebahas tempat ini tapi aku yg rumahnya gak terlalu jauh malah belum sempet dari dulu. Candi abang ini terletak di daerah berbah sleman Yogyakarta, jalan bagi yang berasal dari arah Jogja, tinggal menuju ke fly over Janti lalu ke arah selatan sampai perempatan lampu merah JEC (yang sebelah kirinya ada rumah sakit), lalu belok ke kiri pertigaan belok kanan, perempatan belok kiri, intinya jalan ke timur sampai selatannya kompleks Adi Sucipto. Terus ikuti jalan sampai tugu di pertigaan Berbah, terus pabrik, perempatan lurus, belak belok ikuti jalan, kuburan, jembatan, perempatan belok kanan ikuti jalan yang bagus, lalu ada tikungan dan lihat di depan ada sebuah bukit. Bukit di depan itu yang menjadi lokasi candi Abang. Masih lurus sampai sebelah kiri bener-bener dah terlihat bukit tersebut. Lihat ke kiri baik-baik kalau ada jalan cor-coran langsung belok ikuti jalan menanjak sampai lihat di sebelah kiri ikuti jalan tersebut dan sampailah ke Candi Abang.

Meskipun berdekatan dengan kawasan wisata populer keraton ratu boko, jangan berharap nyari alamat candi abang ini segampang nyari keraton ratu boko apalagi candi prambanan, karena gak ada plang penunjuk jalan sama sekali, jadi wajib nanya kanan-kiri. Lokasinya berada di atas bukit sungguh terpencil jauh dari peradaban manusia karena emang gak ada rumah penduduk cuma hutan belantara, dekat lokasi emang ada rumah penduduk tapi gak ada penghuninya, kendaraan harus benar-benar sehat walafiat dulu sebelum kesini n jangan sendirian ntar bisa kesambet demit wkwkwk.

jalan-batuDan tempat ini kurasa gak cocok bagi turis yg pengin segalanya “nyaman” karena menuju tempat ini pun gak sembarangan kendaraan bisa lewat, meski jalanya gak sempit tapi medannya sungguh-sungguh ekstrim jadi jangan coba-coba pakai mobil sedan ato ceper kesini, kalau motor kurasa yg bisa lewat sini cuma bebek n motor laki, kalau skuter matic kayaknya bisa lewat tapi gak jamin bagian bawah bakalan ancur kepentok batu-batuan berukuran besar. Waktu kami kesana pakai bebek Honda, biniku milih turun dari motor n jalan kaki ketimbang bonceng tapi ajrut-ajrutan, beruntung lah bebek 125cc nya bisa ber off road ria meski ngegasnya ngeden juga sih waktu nanjak, tapi rasanya asyik juga off road pakai bebek motor, atau lebih asyik lagi pake sepeda tapi yg MTB loh jangan yg lipet. Kalau dilihat dari foto samping bebatuanya keliatan biasa aja tapi kalau sudah melihat secara langsung bakal deg-degan n berpikir “motornya bisa selamat gak yah…”

Sesampai diatas bukit kami ketemu serombongan bocah-bocah naik sepeda lalu ada yg nyletuk ke aku “ngopo mas mrene…lawong jubule mung gundukan tok” tak liat emang iya sih cuma bukit kecil. Awalnya rada kecewa juga sih setelah bersusah payah menaklukan medan berat ternyata cuma ada bukit kecil, jadi emang gak ada candinya apalagi candi warna abang(merah) cuma ada bukit yg kata orang-orang kayak bukit teletabies ini. Lalu kami naik keatasnya baru deh rasa kecewa tadi terbayarkan, pemandangan diatas puncak kecil ini sungguh menakjubkan menikmati pemandangan nun jauh dibawah sana, ya meskipun gak bisa dibandingin dengan pemandangan diatas gunung ato perbukitan gunung kidul yg jauh lebih tinggi tapi pemandangan di atas candi abang ini sungguh indah apalagi gak ada biaya retribusinya alias gratis-tis. Setelah sekelompok bocah penyepeda sudah pergi tinggal kami berdua tok manusia yg idup di kawasan terpencil ini, kami pun bebas foto bernarcis-narcis ria diatas bukit ini, meskipun sebenarnya lagi panas-panasnya tapi entah kenapa gak terasa panasnya ketika menikmati pemandangan diatas bukit ini.

Setelah puas diatas bukit candi abang, kami turun n mencoba mengambil foto tuh bukit kecil teletabies lalu kulihat hasil fotonya ternyata emang benar jadi rada kemerah-merahan. Karena jenis tanah dibukit itu berwarna merah kalau terkena sinar matahari. Dan yg jadi pertanyaan kami n orang-orang yg pernah naik kesini ialah tuh bukit jangan-jangan didalemnya ada candinya kali yak? Kalau dilihat kayak Borobudur sebelum ditemukan kan berupa bukit besar. Selain itu dari lokasinya di daerah sini ada Keraton Ratu Boko yg berupa sekumpulan candi-candi berada diatas perbukitan tinggi juga.

Whatever lah suatu saat pasti terjawab juga misteri yg menyelimuti Candi Abang ini. Yang penting bisa wisata alam gratis sekaligus beroff road ria hehehe…

nongkrong dicandi abangpanorama bawah candicandi abang

About these ads

Tagged: , , , , , , , , ,

8 thoughts on “Blusukan ke Candi Abang Bukit Teletubbies

  1. ipanase 14 Oktober 2013 pukul 14:49 Reply

    coba pas banyak rumputnya,,,,,
    bepelukan :D

    • ardyanet 14 Oktober 2013 pukul 15:06 Reply

      bis berpelukan trus bertabrakan pake perut trus bergelindingan muter2…

  2. inline4 14 Oktober 2013 pukul 21:33 Reply

    kuwi cerake crop cyrcle biyen kae yo mas???

    • ardyanet 14 Oktober 2013 pukul 23:58 Reply

      iya daerah sana tapi aq lupa cropcircle dl disblah mana soale dulu aq lum sempet liat hehe…

  3. joko 12 Desember 2013 pukul 20:45 Reply

    emang gundukan bukit itu candi mas, candi hindu klo gak salah, tapi udah runtuh jadinya ya kaya bukit teletabis gitu

    • ardyanet 17 Desember 2013 pukul 00:55 Reply

      ow iya…makasih infonya bro :)

  4. Novalita 8 Januari 2014 pukul 19:24 Reply

    tempatnya emang keren gan , asyik buat foto-foto
    tapi jalannya agak serem
    di bawahnya juga ada situs gua sentono…

    btw, udah pernah kesana malam hari belum?

    hehehe

    • ardyanet 25 Januari 2014 pukul 14:14 Reply

      wah kalo malem2 pasti gelap gulita…jalanya emang extrim cucok buat beroff road ria hehe…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: