Penangkal Hujan Paling Konyol…

Kisah ini merupakan 1 dari ribuan kisah unik dalam hidupku…(halah berlebihan). Kisah unik ini terjadi saat aku masih kecil tepatnya masih duduk di bangku SD, kalau kelas berapa aku agak lupa yaa kira-kira kelas 3 atau 4 lah. Langsung saja begini ceritanya…

Saat itu aku sedang di rumah bersama ayah tercintaku, cuaca di luar sangat mendung n anak kecil pun tau jelas akan turun hujan deras karena mendungnya sudah sangat gelap. Saat itu ayahku cerita dengan gaya mendongeng kalau jaman dahulu kala orang-orang desa mengakali supaya gak turun hujan para penduduk memakai sapu lidi ditaruh di tanah dengan posisi terbalik atau menengadah keatas menantang langit,

“sakbare sapu biting iki didelehke nang lemah, wis udan bakalan wedi midun seko langit…” atau kalau diIndonesiakan jadi “setelah sapu lidi ditaruh di tanah, dijamin hujan akan takut turun dari langit…” begitulah celoteh sang ayahandaku.

Karena ayahku lagi mengerjakan sesuatu (lupa sedang ngapain) ayah langsung berpaling n tinggal aku sendiri menatap langit gelap di tengah halaman. Saat itu aku melihat agak jauh ada sapu lidi tergeletak, aku pun langsung mengambilnya n pengin membuktikan cerita sang ayah tadi benar atau sekedar dongeng biasa. Kuletakan sapu lidi dengan posisi terbalik dengan pegangan dibawah sesuai petunjuk dari sang ayah, kuhadapkan bagian bawah sapu lidi ke langit dengan maksud menantang hujan, lalu aku tinggal nunggu di dekatnya sambil jongkok.

Sudahh 10 menit berlalu aku menunggu ”keampuhan” nih sapu lidi menangkal hujan, langit sudah sangat gelap, awan makin menebal, angin pun tambah kenceng aja bikin aku agak kedinginan juga di tengah halaman, aku mulai berpikir “wah kayaknya bener nih cerita ayah…”, lalu langit mulai sedikit menakutkan, angin bertambah kencang diikuti suara gledek n guntur, bahkan aku melihat petir menghujam daerah lain yang jauh dari tempatku jongkok ini. Lalu aku berpikir konyol “jangan-jangan si langit marah nih…wah gawat dong, bisa-bisa sapu ini bakal disambar petir…atau lebih parah nyambar anak yang naruh sapu ini yang bikin hujan ga bisa turun”

Gara-gara berpikiran konyol bikin aku jadi agak merinding, lalu aku masuk ke dalam rumah n hanya menengok lewat pintu yang berjarak sekitar 2 meteran sehingga aman dari sambaran petir pikirku…hehe. Lama menunggu langit bisa mengalahkan “kekuatan magis” dari si sapu lidi ini sampai angin menambah kecepatan n kekuatanya menggoyang-goyang pohon mangga di halaman, seng-seng atap rumah juga ramai bersuara gara-gara angin kencang, tapi sapu lidi itu tetap berdiri tegak menantang langit karena sudah kutahan pakai beberapa batu bata supaya kokoh tidak mudah jatuh.

Kemudian, kebetulan yang sangat konyol pun terjadi, angin yang tambah kuencang berhasil menjatuhkan mainan pesawat yang tersangkut di seng atap rumah, lalu pesawat itu pun terlempar jatuh mengenai batu bata, setelah batu bata jatuh sapu lidi pun ikut goyah n akhirnya ikut roboh juga. Seketika itu tetes-tetes air mulai berjatuhan lalu diikuti suara guntur yang sangat keras n turunlah hujan yang sangat deras diikuti angin yang makin kencang kecepatanya. Lalu suara guntur bersaut-sautan seakan merayakan kemenangan merobohkan kekuatan si sapu lidi. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan momen magis yang sangat dramatis ini.

Sejak saat itu hingga sekarang, aku tidak pernah mengulangi lagi “ritual konyol” menangkal hujan, selain tidak ingin membuat ngamuk si langit, entar “teori” dari sang ayah ini bisa tidak terbukti lantaran kalau dicoba 2x atau lebih hasilnya akan beda.

Iya kan…hehehe

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: