Hari Raya Natal dan Hari Raya Universal

Sudah jadi kebiasaan di Indonesia, yang namanya hari raya keagamaan haruslah dijadikan hari libur nasional. Di Indonesia terdapat 5 agama yang diakui pemerintah, sehingga setiap agama mempunyai hari libur untuk merayakan hari besarnya. Meskipun agama itu minoritas pun seperti Hindu dan Budha, tetap dijadikan hari libur nasional. Tidak seperti di negara-negara lain, kebanyakan jika negara itu mempunyai agama yang mayoritas maka hanya agama mayoritas itu yang dijadikan hari libur nasional, sedangkan agama minoritas tidak dijadikan hari libur nasional karena hanyalah sebagai pelengkap dan hanya ditandai dikalender mereka kalau itu tanggal hari raya agama si minoritas.

Seperti menjelang hari raya Idul Fitri, umat muslim Indonesia jelas secara serentak merayakanya dengan suka cita dan berlibur merayakan kegembiraan hari besar agama Islam ini, bahkan banyak yang meluapkan kegembiraan dikarenakan liburanya dibanding menghayati Idul Fitrinya. Sedangkan umat agama lain seperti kristen, katolik dan agama lain juga ikut latah merayakan hari libur Idul Fitri dengan liburan sepuas-puasnya karena memang hari libur Idul Fitri tercatat hari libur terpanjang dalam setahun dibanding hari libur lainya.

Sekarang suasana hari libur Natal juga mirip saat Idul Fitri atau hari raya lainya, yaitu libur yang lumayan panjang dari tanggal 25 hingga 27 bahkan ada yang diteruskan hingga tahun baru tanggal 1 Januari 2010. Dalam jenjang waktu liburan itu lah tidak hanya kaum Nasrani dan Katolik yang merayakan hari besar agama mereka, tetapi umat lain seperti Islam yang mayoritas secara suka cita merayakan hari libur mereka dengan berlibur sejadi-jadinya tidak mempedulikan kalau ini liburan hari raya agama yang bukan agama mereka.

Itulah kenapa hari raya di negeri ini merupakan hari raya universal atau umum bagi siapa saja yang ingin larut dalam kegembiraan liburan hari raya, mereka tidak mempedulikan kalau itu hari raya agama apaan, yang terpenting bagi mereka dapat bergembira ria bersama keluarga dan lainya. Mungkin suasana seperti ini tidak dijumpai di negara-negara lainya, karena dinegeri ke-4 terpadat di dunia ini mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Eka” yang bermakna perbedaan apapun dapat disatukan dengan satu cara, seperti perbedaan bermacam-macam hari raya keagamaan dari yang mayoritas hingga minoritas dapat dipersatukan melalui satu hari raya yaitu Hari Raya Liburan atau bisa disebut “Hari Raya Universal”.

Ikuti polling memilih hari raya paling berkesan bagimu:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: