Horas Medan!!

danau-toba

Tanggal 7 oktober 2008 aku dan kakaku pergi ke kota Medan utk melangsungkan pernikahan kakaku ini yang dapat soulmate orang medan tepatnya orang batak karo. Rute yang kulalui Jogja-Jakarta-Padang-Medan pakai pesawat Mandala Air, dari Jogja ke Padang tidak ada masalah berarti, tapi saat mendarat di Polonia Medan dadaku ”senam jantung” krn pesawat Boeing milik Mandala mendaratnya agak ”limbung” tapi untung tak terjadi apa-apa selanjutnya…huff.

241020081889Sampai di Polonia, langsung ”digrebeg” puluhan supir taksi maupun ”travel mini” yang berebutan mencari mangsa. Untung saja kakak iparku logat bataknya masih fasih meski sudah 5 tahun lebih hidup di Jawa, sehingga supir taksi yang kami naikipun tidak berani ”ngampleng” tarif. Pemandangan unik yang membedakan Medan dengan kota lain yaitu tidak ditemukanya bis kota, semua yang berseliweran hanyalah mobil angkot mirip di Bali hanya disini sangat banyak dan pola menyetirnya ”kesetanan” alias serobot sana-sini yang jelas lebih parah dibanding Jakarta deh, bagi yang sering mabok darat naik bis dijamin pasti muntah berkali-kali kalau naik angkot anak Medan, hehehe.

 

Alat transportasi yang biasa dinamai “Sinabung” oleh orang-orang Medan dan sekitarnya memang angkot ini, jadi kebanyakan mereka memilih naik angkot dibanding naik motor, atau kalau punya duit lebih pasti beli mobil, bahkan yang naik mobil pun banyak yang memakai mobil angkutan kota kalau tujuanya dekat karena dianggap lebih praktis dan efisien. Selain itu didukung jurusan angkot sangat banyak, jadi mau kemana saja pasti ada angkot yang sampai ketujuan.

Bahasa yang digunakan penduduk Medan adalah bahasa Indonesia, meskipun banyak etnis yang bercampur di kota terbesar ke-3 ini, seperti orang batak sendiri sebenarnya memiliki beragam suku dan bahasa, apalagi ditambah etnis lain seperti aceh, melayu, jawa, dan yang lainya. Kalau di sekolah, jika ketahuan berbicara menggunakan bahasa daerah pasti akan dihukum, jadi di Medan tidak ada pelajaran bahasa daerah, karena semua wajib memakai bahasa persatuan kita yaitu bahasa Indonesia.

Begitulah sekelumit pengalamanku saat traveling ke Medan dan Kabanjahe, Sumatra Utara. Sayang perjalanan ke mengelilingi Medan dan kota lain di Sumatra Utara hanya berlangsung sebentar, karena kesibukan di Jogja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: