Mazda CX-7 2010

mazda-cx-7_2010Mazda kembali melakukan facelift produknya yaitu CX-7 tahun 2010 dan menambah varian disel untuk pertama kalinya disematkan ke SUV crossover ini. Setelah sukses dipasarkan ke Amerika utara (2006) lalu Jepang dan Eropa tahun 2007, dan masuk ke Indonesia pada tahun 2008, sudah terjual sebanyak 165000 unit di seluruh dunia dan memenangkan lebih dari 10 penghargaan otomotif dunia. Meski di Indonesia tidak sesukses di luar negeri, PT. Mazda Motor Indonesia selaku ATPM Mazda tidak mau main-main akan segera melakukan faceliftnya paling lambat 2 tahun kedepan (2011).

 

mazda-cx-7_2010_interiorJika dilihat dari depan, tampang grilnya tidak berubah banyak tapi corong udara dan bampernya berubah total meniru desain milik Mazda-3 dan diberi list krom agar nampak mewah. Buritan tidak tampak perubahan berarti hanya desain lampu belakangnya yang sedikit berubah. Ban memakai pelek desain baru ukuran diameter 18 inci dan 19 inci untuk varian CX-7 paling mewah.

 

Interior berkesan elegan khas mobil-mobil premium, dengan list-list krom menempel di berbagai bagian dasbord mobil. Material dasbord yang dipakai sangat “premium”, lampu spidometer berwarna biru sehingga mata tidak mudah capek. Pabrikan Mazda menambahkan perangkat Bluetooth wireless yang terkoneksi dengan hp sehingga saat berha-pe ria tangan bebas menyetir. Beberapa varian CX-7 sudah dilengkapi kamera belakang untuk membantu saat parkir, lalu ditampilkan pada layar TFT 4.1 inci berwarna pada perangkat MID (Multi Information Display).

 

The Next-Generation Diesel

mazda-cx-7_2010d

Untuk pertama kalinya Mazda memasok mesin penenggak solar ke dalam kap mesin CX-7 nya, mesin yang dipakainya merupakan mesin disel terbaru Mazda yaitu MZR-CD 2.2 liter 4 silinder segaris DOHC common-rail turbo disel. Tenaga yang dimuntahkan mesin ini sebesar 173 hp pada 3500 rpm, torsi maksimumnya 400 nm pada 2000 rpm. Konsumsi bbm mesin disel sangat irit yaitu 7,5 liter per 100 km atau 1 liternya dapat menempuh jarak 13 km lebih pada rute kombinasi, ini sangat jauh berbeda dengan versi bensin yang sangat boros. Sepertinya jika melihat dari kecanggihan teknologi mesin yang dibawanya mustahil dapat meminum solar lokal, minimal harus memakai Pertamina Dex untuk menjaga kondisi mesin diselnya tetap prima. Pada sektor suspensi tidak ada perubahan sama sekali karena sudah dianggap mumpuni dan nyaman diajak on-road maupun off-road, juga masih memakai penggerak roda AWD (All Wheel Drive).

 

Emergency Stop Signal (ESS)

 

Sistem perangkat keamanan terbaru dari Mazda juga telah diinstalkan ke SUV crossover ini, ketika CX-7 ini berlari dengan kecepatan melebihi 50 km/jam dan pengemudi mengerem mendadak, maka sistem ESS akan bekerja secara otomatis menyalakan lampu peringatan dengan cepat untuk menandakan kendaraan dalam keadaan darurat.

mazda-cx-7_2010c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: