Berawal dari suatu sportivitas yang unik, Aprilia melahirkan produk kebanggaanya ke motorsport mania dunia yang dinamakan RSV4, kuda besi yang digunakan sebagai senjata andalan Aprilia untuk kembali ke pentas balapan tertinggi ke-2 (setelah MotoGp) yaitu WSBK 2009 (World Superbike Championship). Mesin ini sudah dirancang dan dikembangkan dengan segudang teknologi balap termutakhir oleh Aprilia Racing yaitu divisi sport milik pabrikan Aprilia. Dilengkapi V4 dengan kemiringan sudut 65°, kapasitas 999 cc, Aprilia menjadikan RSV4 merupakan mesin yang revolusioner dlm dunia motorsport. Arsitektur mesin V4, sistem manajemen full elektronik dan sasis yang kompak adalah sebagian fitur membangun sebuah motorsport yang unik dalam “World of Motorcycling”.
Perjalanan panjang dilalui RSV4 melalui pengalaman selama lebih dari 2 dekade di pentas MotoGp, sehingga mengedepankan segala teknologi guna mencapai satu tujuan penting yaitu kecepatan sebuah motor balap tingkat tinggi. dengan titel 31 kejuaraan dunia, 250 kali menang di MotoGp dan 8 kali menang di Superbike, menjadikan pabrikan Aprilia sebagai legenda sepeda motor modern.
Aprilia RSV4 akan memulai debut perdananya pada ajang World Superbike Championship 2009. Bermodalkan silinder berkonfigurasi V4 65°, kapasitas 999 cc, dan sistem manajemen elektronik, akan diadu dengan pabrikan Itali lainya yaitu Ducati 1098 yang sekarang merajai balap Superbike dan pabrikan Jepang seperti CBR 1000 Fireblade, R1, GSX 1000, ZX 10R, dan pendatang baru juga yaitu BMW HP2 Sport.
Desain bokong runcing dan knalpot gambot yang berbentuk aneh menjadikan RSV4 versi produk masal terkesan lebih ekstrim dibanding versi balapnya. Sayangnya belum ada rilis harga motor yang sanggup mengeluarkan tenaga sebesar 180hp. Kita tunggu saja aksinya apakah bisa peserta lama yang kini jadi pendatang baru ini menandingi lawan-lawanya dengan teknologi yang diusungnya?
Spesifikasi lengkapnya :
Engine:
- Aprilia 65° cc longitudinal V4 stroke. Liquid cooled. Double overhead camshaft, 4 valves per cylinder.
- Bore and stroke 78 x 52.3 mm.
- Displacement 998.9cc
- Compression ratio 12.8:1
- Max. power at crank 180 HP (132 kW) at 12,500 rpm
- Max. torque at crank 115 Nm at 10,000 rpm
- Fuel system Variable height intake trumpets. Airbox with aerodynamic side intakes. 4 throttle bodes, 8 injectors, ride-by-wire fuel management. Multimapping
Exhaust: 4 into 2 into 1. Lambda probe oxygen sensor. Single lateral silencer. Integrated exhaust valve and catalytic converter (Euro 3).
Lubrication: Wet sump. Two pumps (lubrication and cooling). Oil cooler.
Gearbox:
- 6 speed cassette type.
- Clutch Multi-plate wet clutch with slipper device.
Frame:
- Front suspension Öhlins 43 mm upside-down fork.
- Rear suspension Double arch aluminium swingarm, Öhlins monoshock with piggy-back cylinder. Adjustments for compression, rebound, spring preload and length. APS rising rate linkages.
Brake:
- Front brake: Double 320 mm lightweight stainless steel floating discs. Brembo monobloc radial calipers with 4 opposed pistons. Sintered pads. Radial master cylinder. Metal braided brake line.
- Rear brake: 220 mm disc. Brembo floating caliper with 2 insulated pistons. Sintered pads. Master cylinder with integral reservoir. Metal braided brake line.
Wheels:
- Forged aluminium alloy. Front: 3.5″x17″ – Rear: 6″x17″.
- Tyres Radial tubeless; 120/70 ZR 17 (front) and 190/55 ZR 17 (rear).
Dimensions:
- Overall length: 2,050 mm
- Overall width: 715 mm (at handlebars)
- Overall height: 1,165 mm
- Wheelbase: 1,424 mm
- Dry weight 179 Kg.
- Fuel tank 17 litres.
Gambar lainya:





